LANTABUR.TV

Selamatkan Anak Kita Dari Pornografi Menjadi Generus Berprestasi "Kecil Terbina, Remaja Terjaga, Muda Berkarya, Hidup Sederhana, Keluarga Sejahtera, Tua Kaya Ilmu, Mati Masuk Surga Selamat dari Neraka" -JADILAH GENERUS YANG CERDAS DAN FAHAM-
www.ppg-indonesia.com
CONTENT TWITTER HERE
CONTENT FACEBOOK HERE

Rabu, 26 Juni 2013

Nuzulul Qur'an

Beberapa hari lagi kita akan memasuki bulan romadhon, bulan dimana dibulan itu kita diwajibkan untuk berpuasa penuh. Dan dibulan itu juga terjadi peristiwa Nuzulul Qur'an (turunnya Alqur'an). Di masyarakat "hum" biasa memperingati nuzulul qur'an, pada malam ketujuh belas tiap bulan Romadhon. Benarkah Al Qur'an diturunkan pada malam ketujuh belas Romadhon? 

Mari kita deres ayat-ayat Al Qur'an yang menceritakan tentang kapan Al Qur'an diturunkan.
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur'an) pada Lailatul Qodar (malam kemuliaan).” (QS. Al Qodr (97): 1)
Ayat yang jelas ini menunjukkan bahwa Al Qur'an diturunkan pada waktu Lailatul Qodar. Lalu kapan Lailatul Qodr itu?
Yang jelas ada pada bulan Romadhon, namun kepastian harinya hanya Alloh Ta’ala yang tahu. Karena Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam dilupakan waktunya dan hanya memberikan petunjuk juga perintah untuk mengintainya.
Secara spesifik, Lailatul Qodar ada pada sepuluh malam terakhir atau tujuh malam terakhir. Dari Ibnu Umar Rodhiallohu ‘Anhuma, bahwa Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
فَمَنْ كَانَ مُتَحَرِّيهَا فَلْيَتَحَرَّهَا مِنْ الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ
“Maka, barangsiapa yang ingin mendapatkan Lailatul Qodar, maka carilah pada sepuluh malam terakhir.” (HR. Bukhori, Kitab Al Jum’ah Bab Fadhli Man Ta’arro minal Laili fasholla, Juz. 4, Hal. 332, No hadits. 1088. Al Maktabah Asy Syamilah)
Dari Ibnu Umar Rodhiallohu ‘Anhuma, bahwa Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
فَمَنْ كَانَ مُتَحَرِّيهَا فَلْيَتَحَرَّهَا فِي السَّبْعِ الْأَوَاخِرِ
“Maka, barangsiapa yang ingin mendapatkan Lailatul Qodar, maka carilah pada tujuh malam terakhir.” (HR. Bukhori, Kitab Ash Shoum Bab Iltimas Al Lailatal Qodri fi Sab’il Awakhir, Juz. 7, Hal. 143, No hadits. 1876. Al Maktabah Asy Syamilah)
Bagaimanakah maksud tujuh malam terakhir?
Hadits yang menunjukkan alasan kenapa Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam memerintahkan mengintai tujuh hari terakhir.
Dari Ibnu Umar Rodhiallohu ‘Anhuma:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْتَمِسُوهَا فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ
يَعْنِي لَيْلَةَ الْقَدْرِ فَإِنْ ضَعُفَ أَحَدُكُمْ أَوْ عَجَزَ فَلَا يُغْلَبَنَّ عَلَى السَّبْعِ الْبَوَاقِي
Bahwa Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Carilah dia pada sepuluh malam terakhir (maksudnya Lailatul Qodar) jika kalian merasa lemah atau tidak mampu, maka jangan sampai dikalahkan oleh tujuh hari sisanya.” (HR. Muslim, Kitab Ash Shiyam Bab Fadhli Lailatil Qodri wal Hatsi ‘ Ala Tholabiha …., Juz. 6, Hal. 72, No hadits. 1989. Al Maktabah Asy Syamilah)
Tepatnya lagi, Lailatul Qodar itu datangnya pada malam ganjil sebagaimana hadits dari Abu Salamah Rodhiallohu ‘Anhu, bahwa Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
فَإِنِّي أُرِيتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ وَإِنِّي نُسِّيتُهَا وَإِنَّهَا فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ فِي وِتْرٍ
“Sesungguhnya Aku diperlihatkan Lailatul Qodar, dan aku telah dilupakannya, dan saat itu pada sepuluh malam terakhir, pada malam ganjil.” (HR. Bukhori, Kitab Al Adzan Bab As Sujud ‘Alal Anfi ws Sujud ‘Alat Thin, Juz. 3, Hal. 300, No hadits. 771. Al Maktabah Asy Syamilah)
Dalam riwayat lain:
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تَحَرَّوْا
لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنْ الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
“Dari ‘Aisyah Rodhiallohu ‘Anha, bahwa Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Carilah oleh kalian Lailatul Qodar pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir Romadhon.” (HR. Bukhori, Kitab Sholatut Tarawih Bab Taharri Lailatil Qodri fil Witri minal ‘Asyril Awakhir, Juz. 7, Hal. 145, No hadits. 1878. Al Maktabah Asy Syamilah)
Dari kedua hadits ini kita dapatkan dua keterangan bahwa, Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam sendiri tidak tahu persis kapan datangnya Lailatul Qodar karena beliau dilupakan. Sedangkan datangnya Lailatul Qodar adalah pada malam ganjil di sepuluh malam terakhir.
Lalu, Bagaimana dengan malam ke 25, 27 dan 29?
Imam Bukhori meriwayatkan, dari ‘Ubadah bin Ash Shomit Rodhiallohu ‘Anhu bahwa Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
فَالْتَمِسُوهَا فِي التَّاسِعَةِ وَالسَّابِعَةِ وَالْخَامِسَةِ
“Maka carilah Lailatul Qodar pada malam ke sembilan, tujuh, dan lima (pada sepuluh malam terakhir, pen).” (HR. Bukhori, Kitab Sholatut Tarawih Bab Rof’i Ma’rifati Lailatil Qodr Litalahin Nas, Juz. 7, Hal. 151, No hadits. 1883. Al Maktabah Asy Syamilah)
Berkata seorang sahabat mulia, Ubai bin Ka’ab Rodhiallohu ‘Anhu:
وَاللَّهِ إِنِّي لَأَعْلَمُ أَيُّ لَيْلَةٍ هِيَ هِيَ اللَّيْلَةُ الَّتِي أَمَرَنَا بِهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ بِقِيَامِهَا هِيَ لَيْلَةُ صَبِيحَةِ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ وَأَمَارَتُهَا أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ
فِي صَبِيحَةِ يَوْمِهَا بَيْضَاءَ لَا شُعَاعَ لَهَا
“Demi Alloh, seseungguhnya aku benar-benar mengetahui malam yang manakah itu, itu adalah malam yang pada saat itu Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam memerintahkan kami untuk sholat malam, yaitu malam yang sangat cerah pada malam ke 27, saat itu tanda-tandanya hingga terbitnya matahari, pada pagi harinya putih terang benderang, tidak ada panas.” (HR. Muslim, Kitab Sholatul Musafirin wa Qoshruha Bab At Targhib fi Qiyami Romadhon wa Huwa at Tarawih, Juz. 4, Hal. 150, No hadits. 1272. Al Maktabah Asy Syamilah)
Inilah riwayat yang dijadikan pegangan oleh kalangan ulama, bahwa kemungkinan besar Lailatul Qodar (saat Al Qur'an diturunkan) adalah pada malam ke 27. Namun demikian, secara pasti kita hanya bisa mengatakan Wallohu A’lam.
Lalu, Ada Apa Dengan Tanggal 17 Romadhon?
Alloh Ta’ala mengisyaratkan, bahwa Al Quran diturunkan pada tanggal 17 Romadhon, sebagaimana ayat berikut:
وَاعْلَمُوا أَنَّمَا غَنِمْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَأَنَّ لِلَّهِ خُمُسَهُ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى
وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ إِنْ كُنْتُمْ آَمَنْتُمْ بِاللَّهِ وَمَا أَنْزَلْنَا عَلَى عَبْدِنَا يَوْمَ الْفُرْقَانِ
يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعَانِ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
“Ketahuilah, Sesungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh sebagai rampasan perang, Maka Sesungguhnya seperlima untuk Alloh, rosul, Kerabat rosul, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan ibnussabil, jika kamu beriman kepada Alloh dan kepada apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqoon, Yaitu di hari bertemunya dua pasukan. dan Alloh Maha Kuasa atas segala sesuatu.”(QS. Al Anfal (8): 41)
Sebagian ahli tafsir mengatakan bahwa maksud: jika kamu beriman kepada Alloh dan kepada apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqoon adalah Al Qur'an. Dan, memang diberbagai ayat lainnya, kalimat: wa maa anzalna ‘ala abdina (apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami) atau yang semisalnya, adalah bermakna Al Qur'an, seperti dalam Al Baqoroh ayat 23. Jadi, Al Qur'an diturunkan pada hari Al Furqoon, hari bertemunya dua pasukan (yakni perang Badar, sebagaimana disebutkan oleh para ulama), tanggal 17 Romadhon tahun 2 Hijriyah.
Dari keterangan ini Al Qur'an diturunkan awal kali pada 17 Romadhon. Namun, ada beberapa kemungkinan.
Pertama.
Sepintas pendapat ini agak musykil (bermasalah), sebab ayat pertama yang turun, surat Al ‘Alaq ayat 1-5, di turunkan di gua Hiro’, pada masa tenang dan sama sekali tidak ada peperangan, bukan di padang Badar ketika perang.
Ayat tersebut turun sekaligus menandakan awalnya Beliau diangkat menjadi Rosululloh, sedangkan perang Badar terjadi tahun ke 2 setelah hijroh ke Madinah, alias 15 tahun setelah kenabian. Sehingga lebih tepat dikatakan, Al Qur'an memang turun saat 17 Romadhon perang Badar, tetapi bukan yang pertama kali.
Kedua.
Kemungkinan lain, memang benar bahwa Al Qur'an pertama kali diturunkan di gua Hiro adalah tanggal 17 Romadhon, dan benar pula perang Badar terjadi 17 Romadhon tetapi di tahun yang lain. Al Qur'an di turunkan ditahun petama kenabian, sedangkan Perang badar terjadi tahun ke 2 Hijriyah alias 15 tahun setelah kenabian, dan keduanya sama-sama terjadi pada 17 Romadhon.
Jadi makna: jika kamu beriman kepada Alloh dan kepada apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqoon, adalah jika kamu beriman kepada Alloh dan kepada Al Quran yang dahulu Kami turunkan pertama kali pada waktu yang sama dengan hari furqoon sekarang.
Ketiga. Jika benar turunnya tanggal 17 Romadhon, bagaimana dengan turunnya Al Qur'an pada malam Lailatul Qodar ?
Maka untuk mentaufiq (kompromi) antara dua keterangan ini (Lailatul Qodar dan 17 Romadhon), para ulama mengatakan Al Quran diturunkan dua kali tahap. 

Tahap pertama diturunkan dari Lauh Mahfuzh ke Baitul Izzah di langit dunia pada Lailatul Qodar secara langsung, tahap selanjutnya, diturunkan dari langit dunia ke kehidupan manusia secara bertahap selama hampir 23 tahun, yang diawali pada 17 Romadhon di Gua Hiro. Inilah pendapat Ibnu Abbas. Dengan demikian antara dua ayat ini tidak ada pertentangan sama sekali, justru saling mendukung antara dua informasi dari Al Quran sendiri, tentang turunnya pada Lailatul Qodr dan 17 Romadhon. Allohu a'lam.

Untuk semua saudara iman QHJ member LQWD mari kita terus dan selalu barter da'wat, dan mengingat beberapa hari lagi sudah memasuki bulan romadhon mari kita tambah da'wat kita agar Alloh paring aman selamat lancar barokah sehat dalam menyukseskan panca (5) sukses Romadhon:

1. Sukses Puasa Rhomadhon,
2. Sukses Taraweh
3. Sukses Tadarus
4. Sukses I'tikhaf
5. Sukses Zakat Fitroh. 


Dan bisa kita tambah amalan sunnah yang lainnya.

Mari kita persiapkan diri kita untuk meningkatkan ibadah kita di bulan suci romadhon lebih dari pada bulan-bulan biasanya. Sebelum bulan puasa saya pribadi dan mewakili seluruh admin LQWD mohon maaf atas segala kesalahan.... pokoknya semua seluruh dan apa saja salah khilaf yang telah saya dan kami kerjakan mohon maaf dan ridhonya. Alhamdulillahi jazaakumulloohu khoiroo.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Segala keritik dan saran akan menjadi satu kebaikan dimasa yg akan datang,dan itu sangat kami harapkan.

Blog Buatan, Bolo Dewe